Rabu, 03 Juli 2013

Something Better



Percayalah, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

               Kata-kata mutiara diatas memang benar. Ketika kita menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasi kita, maka percayalah, Allah punya pengganti yang lebih baik. Dalam hal ini, kita tidak berbicara mengenai jodoh atau pasangan hidup saja tapi banyak kejadian-kejadian atau peristiwa lain yang tepat sekali dipasangkan dengan kata mutiara tersebut.

                Ketika kita memilih jurusan di SNMPTN tulis, tapi ternyata kita tidak lulus. Lalu kita bersedih hati saat itu, tapi beberapa waktu kemudian Allah meluluskan kita di jurusan yang lain. Ternyata selama kuliah di jurusan tersebut kita berprestasi, memperoleh IPK tinggi, aktif di berbagai kegiatan, bahkan bisajadi menjadi ketua BEM dan ketua lain-lainnya, bukankah itu takdir yang baik?

              Ketika kita berencana pergi mendaki gunung tertinggi di Indonesia, tapi orangtua tidak mengizinkan. Padahal kesempatan sudah di depan mata, sudah ada tiket untuk kesana, halangannya hanya karena “izin orangtua” saja. Lalu kita memutuskan untuk tidak pergi. Bukankah itu menyedihkan? Tapi tunggu dulu, jangan terlalu cepat bersedih hati. Ingat yang tadi “Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik”. Ternyata, ketika teman-teman kita sedang ngos-ngosan di perut gunung mencapai puncak tertinggi, kita malah mendapatkan panggilan wawancara dari perusahaan terbesar  Indonesia yang bersedia memberikan beasiswa selama kuliah dan bersedia mengontrak kita menjadi karyawan mereka nantinya. Bukankan itu takdir yang mengejutkan? 

                Ketika kita menyukai seseorang dan ternyata orang tersebut mengecewakan kita. Bukankan itu sangat mematahkan hati? Tapi tenang saja, Allah selalu punya pengganti yang lebih baik. Bisajadi, ketika kita sedang menangis semalaman karena hati yang telah telanjur patah, mungkin saat itu ada seseorang di luar sana yang berdoa untuk bisa mendapatkan sebagian dari kasih hati kita. Bisajadi, dialah orang yang nantinya menjadi imam kita di masa depan dan sedang bersiap memperbaiki dirinya agar tidak mengecewakan kita. Bukankah dia adalah takdir terbaik untuk hati kita?

              Maka percayalah, dari setiap kejadian yang kita alami, jangan lupa menyertakan Allah dalam setiap prosesnya. Ketika kita gagal atau kecewa atau bersedih hati, Allah akan mengganti kekecewaan, kegagalan dan kesedihan itu dengan sesuatu yang lebih baik. Kita hanya perlu bersabar dan bersyukur. Tidak perlu berkecil hati, atau malah depresi. Karena seperti dalam salah satu ayat suci-Nya jelas sekali tertulis “sesungguhnya dibalik setiap kesulitan pasti ada kemudahan” (Q.S Alam nasyrah (094) : ayat 5).

Minggu, 09 Juni 2013

Hati-hati dengan Hati

Berhati-hatilah dengan hati. Bisa jadi kebenaran hati yang kau tolak adalah kenyataan hakiki yang harus kau terima.
#sebuahquote

Senin, 03 Juni 2013

*****

"kau tahu, ketika kau mencintai seseorang, ingatlah dua hal, usaha dan doa. Usaha, dengan cara memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik lagi, lalu berdoalah kepada Tuhan semoga apapun yang akan terjadi antara kau dan orang yang kau cintai itu akan mendapatkan jalan cinta terbaik, atas izin-Nya"

Sabtu, 01 Juni 2013

Pertemuan



Pertemuan pertama,
Aku tak peduli siapa kamu, cukup tau namamu saja, tapi aku tau ada sesuatu dalam dirimu
Pertemuan kedua,
Aku tak peduli siapa kamu, cukup tau jati dirimu saja
Pertemuan ketiga, keempat, kelima
Aku tak begitu peduli apa kegiatanmu, apa urusanmu, aku biarkan saja berlalu
Pertemuan kesepuluh,
Aku tak tau, apa bisa ini disebut takdir atau hanya kebetulan belaka,
Aku bertemu lagi denganmu, dalam ruang waktu
Dan membuatku –mau tak mau- harus sering memperhatikanmu
Pertemuan kesekian ratus
Aku mulai peduli padamu, mulai timbul rasa ingin tau
Siapa kamu sebenarnya? Seperti apa jiwa yang ada dalam dirimu?
Dan aku mulai menyadari, kamu sangat misterius
Pertemuan keseribu
Aku tau, kamu akan menjadi orang yang selangkah lebih maju
Ah, siapapun tau kau punya “sesuatu” itu
Dan aku tau, aku harus berusaha lebih untuk menyamai langkahmu
Walau tetap saja, kau selalu berada di depanku
Pertemuan keseribu lima ratus
Aku mulai berpikir tentangmu, tentang bayangmu
Jiwa apa yang kau simpan dalam dirimu?
Bahkan sudah lebih dari seribu lima ratus kali aku bertemu kamu,
Tetap saja aku tidak tau jawaban dari kemisteriusanmu
Ingin rasanya aku menyelinap ke persembunyianmu,
Tapi dengan apa?
Ah, teknologi secanggih apapun tak kan bisa menembus dinding pertahananmu
Lalu aku mulai bertanya-tanya sendiri, bagaimana kisah pertemuan ini berlanjut?

Jumat, 31 Mei 2013

You want ...

You want and you get, that is luck
You want and you wait, that is time
You want but you compromise, that is life
You want but you sacrifice, that is love
-anonim-

Minggu, 26 Mei 2013

Tanya


Aku ingin tahu, tapi tak ingin mencari tahu. Biar, kuserahkan saja pada waktu, yang akan menjawab semua tanya tentangmu.

Selasa, 07 Mei 2013

Si Detektor

Mungkin memang benar, bahwa hati adalah detektor yang paling baik. Tidak ada yang tau bagaimana cara kerjanya, bahkan para ahli dan ilmuwan sekalipun belum bisa menemukan prosesnya, seperti mereka menemukan cara kerja otak, bagian paling utama dalam tubuh manusia. Tapi hati adalah "penentu" tingkah laku manusia, dan otak hanyalah "penggerak" nya saja. Lalu bagaimana mungkin para ahli dan ilmuwan tidak menemukan proses dan cara kerjanya? Ah, mungkin karena hati adalah rahasia Illahi, jadi hanya Dia yang bisa mengatur prosesnya.
Ketika hati berkata sesuatu, maka ikutilah. Jangan tanyakan "kenapa bisa begitu?" atau "mengapa harus begitu?" Kita tidak akan pernah bertemu jawabnya. Yang pasti, detektor ini akan berkedip dengan sendirinya tanpa proses-proses tertentu. So, jagalah hatimu, jagalah detektormu, agar tidak berkedip di sembarang waktu. Biarkan ia menjadi rahasia Illahi, yang hanya berkedip ketika sudah mendapatkan sinyal dari Sang Pemilik Hati.